RSS

Cara makan dan minum yang benar menurut Islam

14 Apr

Larangan Bernafas Ketika Minum


Telah dijelaskan di dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas sebanyak tiga kali ketika beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam minum, sebagaimana yang diriwayatkan dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata :
Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas ketika minum sebanyak tiga kali dan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya yang demikian lebih memuaskan, lezat, & mudah ditelan, serta lebih selamat.” (HR.Muslim, Ahmad, Bukhari, Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selain mereka)

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bernafas tiga kali ketika minum. Dan tidaklah beliau bernafas di dalam bejana atau gelas yang dipakainya ketika minum melainkan beliau menjauhkan gelas atau yang semisalnya dari mulutnya dan bernafas di luarnya, kemudian beliau melanjutkan minumnya.

Hal ini dijelaskan di dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila salah seorang di antara kalian minum maka janganlah ia bernafas di dalam gelas, akan tetapi hendaklah ia menjauhkan tempat minumnya dari mulutnya.” (HR.Ibnu Majah, shahih dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang bernafas di dalam bejana (ketika minum). (HR.Muttafaqun ‘Alaihi)

Adab yang beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ajarkan kepada umatnya sangatlah berfaedah bagi mereka jika mereka mau mengamalkannya, karena cara minum seperti ini lebih memuaskan dan menghilangkan dahaga/haus dengan lebih sempurna. Dan cara ini juga aman dari kerusakan-kerusakan yang bisa terjadi dengan minum sekali teguk.

Karena minum hanya dengan sekali teguk hingga selesai tanpa diselingi dengan bernafas dapat memadamkan suhu panas di dalam tubuh atau melemahkannya sehingga bisa menyebabkan rusaknya kestabilan lambung dan hati, kemudian mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang kronis khususnya di negeri yang bersuhu panas atau pada musim-musim panas.

Selain dampak negatif yang telah dijelaskan tadi, minum dengan sekali teguk dapat menutup tempat jalan air karena banyaknya air yang melewatinya, sehingga menyebabkan tercekiknya tenggorokan. Maka apabila minum dengan beberapa kali teguk dampak negatif tersebut -Insya Allah- tidak terjadi.

Perlu diketahui tatkala seseorang sedang minum, maka seketika itu pula naik/ menguap uap panas yang ada di dalam lambung dan hatinya karena masuknya air yang dingin ke dalamnya. Apabila minum hanya dengan sekali teguk hingga selesai terjadilah benturan air yang diminum yang turun ke lambung dengan uap panas yang naik yang berasal dari dalam tubuhnya sehingga keduanya saling dorong yang dapat mengakibatkan tercekiknya tenggorokan.

Sungguh telah dilakukan percobaan ilmiyah didalam ilmu kedokteran bahwa masuknya air dalam jumlah yang banyak tanpa dilakukan dengan bertahap ke dalam limpa/ hati dapat menyakitkan dan melemahkan suhu panasnya. Yang demikian dikarenakan terjadinya benturan uap panas di dalam tubuh dengan banyaknya air dingin yang memasukinya.

Selain menjelaskan adab ketika minum, hadits di atas juga menganjurkan untuk hidup bersih, karena ludah, ingus, atau bau yang tidak sedap terkadang keluar ketika bernafas, maka dilarang bernafas di dalam gelas ketika minum, terlebih lagi meniup air yang ada di dalam gelas.

Termasuk adab yang paling penting ialah mengucapkan basmallah pada awalnya dan hamdalah pada akhirnya sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits-hadits yang dishahihkan oleh Asy Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali (Silahkan Agan & Sista lihat didalam kitab Bahjatun Nadlirin Syarah Riyadlus Shalihin).

Larangan Minum dan Makan Sambil Berdiri

Dari Anas dan Qatadah Radliallahu’anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah Radliallahu’anhu berkata: ”Bagaimana dengan makan?!” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

Dari Abu Hurairah Radliallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda“ Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkannya !” (HR.Muslim)

Faidah
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah sekali minum sambil berdiri hal itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk duduk (seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, dan hal ini bukanlah merupakan kebiasaan) Dan hal ini hanya dikarenakan darurat!

Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa, manusia pada saat berdiri ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus–menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan sopan dengan kembali kepada adab dan akhlak yang telah diajarkan didalam Islam.
Dan saudaraku ingatlah, bahwa sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Untuk itu hendaknya seseorang menjauh dari sikap meniru-niru budaya orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah.
Wallahu A`lam Bishshawab.

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: